Archive for the ‘Besaran dan Satuan’ Category

Kumpulan contoh soal (besaran dan satuan)

01. Diantara kelompok besaran berikut, yang termasuk kelompok besaran pokok dalam   system Internasional adalah ….
A. Panjang, luas, waktu, jumlah zat
B. Kuat arus, intersitas cahaya, suhu, waktu
C. Volume, suhu, massa, kuat arus
D. Kuat arus, panjang, massa, tekanan
E. Intensitas cahaya, kecepatan, percepatan, waktu
02.Kelompok besaran di bawah ini yang merupakan kelompok besaran turunan adalah …
A. Panjang lebar dan luas
B. Kecepatan, percepatan dan gaya
C. Kuat arus, suhu dan usaha
D. Massa, waktu, dan percepatan
E. Intensitas cahaya, banyaknya mol dan volume
03. Tiga besaran di bawah ini yang merupakan besaran scalar adalah ….
A. Jarak, waktu dan luas
B. Perpindahan, kecepatan dan percepatan
C. Laju, percepatan dan perpindahan
D. Gaya, waktu dan induksi magnetic
E. Momentum, kecepatan dan massa
05. Dari hasil pengukuran di bawah ini yang termasuk vector adalah …
A. Gaya, daya dan usaha
B. Gaya, berat dan massa
C. Perpindahan, laju dan kcepatan
D. Kecepatan, momentum dan berat
E. Percepatan, kecepatan dan daya
06. Dimensi ML-1T-2 menyatakan dimensi : …..
A. Gaya
B. Energi
C. Daya
D. Tekanan
E. Momentum
(jawab : D)
07. Dimensi dari kelajuan sudut adalah : …
A. L-2
B. M-2
C. T-2
D. T-1
E. T
08. Rumus dimensi momentum adalah ……
A. MLT^-3
B. ML^-1T^-2
C. MLT^-1
D. ML^-2T^2
E. ML^-1T^-1
09. Rumus dimensi daya adalah …
A. ML^2T^-2
B. ML^3T^-2
C. MLT^-2
D. ML^2T^-3
E. MLT^-3
10. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu persegi panjang masing-masing 12,61 dan 5,2 cm. Menurut aturan penulisan angka penting, luas bangunan tersebut adalah …… cm^2
A. 65
B. 65,572
C. 65,275
D. 65,60
E. 66
11. Dari hasil pengukuran panjang, lebar dan tinggi suatu balok adalah 5,70 cm, 2,45 cm dan 1,62 cm. Volume balok dari hasil pengukuran tersebut adalah ……. Cm^3
A. 23,0
B. 22,60
C. 22,62
D. 623
E. 6233
12. Hasil pengukuran pelat seng panjang = 1,50 dan lebarnya 1,20. Luas pelat seng menurut aturan penulisan angka penting adalah ……. Cm^2
A. 1,8012
B. 1,801
C. 1,800
D. 1,80
E. 1,8
13. Daya listrik dapat diberi satuan ….
A. WH
B. KWH
C. MWH
D. Volt dan amper
E. Volt^2 dan ohm
14. Dari hasil pengukuran panjang batang baja dan besi masing-masing 1,257 m dan 4,12 m, Jika kedua batang disambung, maka berdasarkan aturan penulisan angka penting, panjangnya adalah ….. m
A. 5,380
B. 5,38
C. 5,377
D. 5,370
E. 5,37
15. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu ruangan adalah 3,8 m dan 3,2 m. Luas ruangan itu menurut aturan penulisan angka penting adalah ….. m^2
A. 12
B. 12,1
C. 12,16
D. 12,20
E. 12,2
16. Dari hasil pengukuran di bawah ini yang memiliki tiga angka penting adalah ….
A. 1,0200
B. 0,1204
C. 0,0204
D. 0,0024
E. 0,0004
17. Dari hasil pengukuran pelat seng, di dapatkan panjang 13,24 mm dan lebar 5,27. Luas pelat tersebut jika ditulis dengan angka penting adalah …. Mm^2
A. 69,7748
B. 69,78
C. 69,7
D. 69,9
E. 69,8
18. Sebuah perahu menyeberangi sungai yang lebarnya 180 meter dan kecepatan arus airnya 4 m/s. ila perahu di arahkan menyilang tegak lurus sungai dengan kecepatan 3 m/s, maka setelah sampai diseberang perahu telah menempuh lintasan sejauh …. Meter
A. 100
B. 240
C. 300
D. 320
E. 360
19. Vektor F1 = 20 N berimpit sumbu x positif, Vektor F2 = 20 N bersudut 120Oterhadap F1  dan F3 = 24 N bersudut 240 derajat terhadap F1.
Resultan ketiga gaya pada pernyataan di atas adalah :
A. 4 N searah F3
B. 4 N berlawan arah dengan F3
C. 10 N searah F3
D. 16 N searah F3
E. 16 N berlawanan arah dengan F3
20. Dua buah gaya bernilai 4 N dan 6 N. Resultan gaya tersebut tidak mungkin bernilai ….. N
A. 1
B. 2
C. 4
D. 6
E. 10
21. Dua buah vector V1 dan V2 masing-masing besarnya 20 satuan dan 15 satuan. Kedua vector tersebut membentuk sudut 120o. Resultan kedua gayatersebut mendekati ……
18
30
35
38
48
22. Jika sebuah vector dari 12 diuraikan menjadi dua buah vector yang saling tegak lurus dan yang sebuah dari padanya membentuk sudut 30o dengan vector itu, maka besar masing-masing adalah :
A. 3 N dan 3V3 N
B. 3 N dan 3V2 N
C. 6 N dan 3V2 N
D. 6 N dan 6V2 N
E. 6 N dan 6V3 N

Besaran Vektor

Posted: 6 Oktober 2012 in Besaran dan Satuan

BESARAN VEKTOR

Besaran yang hanya memiliki nilai disebut besaran skalar contoh besaran massa, panjang, waktu masing-masing memiliki nilai saja yaitu misal 5 kg, 6 m, 7 menit. Sedangkan besaran yang memiliki nilai dan arah disebut besaran vektor contoh besaran kecepatan, gaya masing-masing 5 m/detik ke utara, 6 Newton ke timur. Besaran vektor dinotasikan dengan huruf di atasnya ada anak panah atau huruf dicetak tebal sedangkan huruf tanpa cetak tebal adalah nilai (besar) vektor. Lambang besaran vektor yaitu anak panah dimana panjang ruas garis menunjukan nilai vektor dan anak panah menunjukan arah vektor.

vektor1

Gb1. Besaran vektor (a). notasi (b) lambang

Perhatikan Gb1 (b) di atas bagaimana Vektor F1 dan F2? Betul, arah sama tetapi panjang tidak sama berarti vektor F1 dan F2 searah dan beda nilai. Dua vektor dikatakan sama jika besar dan arah sama. Vektor dapat dipindah asal besar dan arah tidak berubah.

 

2. KOMPONEN VEKTOR

 

An1. Komponen vektor 

 

Vektor yang tidak berada pada sumbu koorninat dapat diuraikan menjadi komponen penyusunnyaPerhatikan Animasi1 di atas. Vektor V dapat di uraikan menjadi komponen penyusun Vx dan Vy  atau Vx = V Cos θ dan Vy = Sin θ maka dapat ditulis:

V = Vx + Vy     (vektor)

v2 = vx2 + vy2   (nilai vektor)

3.  PENJUMLAHAN VEKTOR

Pada prinsipnya menjumlahkan dua vektor atau lebih adalah menyambungkan vektor satu ke ujung vektor yang lain maka jumlah vektor (resultan vektor) adalah tarik garis lurus dari pangkal sampai ke ujung vektor yang disambung-sambungkan tersebut. Menentukan nilai vektor adalah menentukan panjang ruas garis vektor tersebut secara geometri dan trigomometri.

 

An2. Resultan dan komponen vektor

 

vek_rum_a

PENJUMLAHAN DUA VEKTOR MEMBENTUK SUDUT TUMPUL (>90O)

 

vek_rum1b

4. PENGURANGAN VEKTOR

Pengurangan vektor adalah penjumlahan dengan vektor negarif. Vektor jika arahnya dibalik maka menjadi vektor negatif.

 

Teladan 3

Besar Vektor A=8,246 satuan dan vektor B=4 satuan membentuk sudut θ=104,03oseperti animasi ai atas. Tentukan nilai vektor A-B? Berarti sudut β=180o- θ =180-104,03=75,97o

vek_rum1c

5. PENJUMLAHAN VEKTOR CARA PENGURAIAN

Menjumlahkan lebih dari dua vektor akan lebih mudah dengan menguraikan menjadi komponen penyusun vektor.

 

An3. Resultan dan uraian vektor

Vektor B dapat diuraikan menjadi vektor Bx = B Cos β dan By = B Sin β vektor C diuraikan menjadi Cx = C Cos α dan Cy = C Sin α sedang vektor A hanya Ax, A= 0. Atau menentukan panjang ruas garisnya, jika 1 skala pada animasi 3 bernilai 1 satuan akan di dapat:

 

vek_rum2

 

Besaran Skalar

Posted: 6 Oktober 2012 in Besaran dan Satuan

Skalar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Konsep skalar dipakai dalam matematika and fisika. Konsep yang dipakai dalam fisika adalah versi yang lebih konkret dari ide yang sama dalam matematika.

Dalam matematika, arti skalar bergantung kepada konteksnya; kata ini bisa berkaitan dengan bilangan nyata atau bilangan kompleks atau bilangan rasional. Secara umum, ketika vektor ruangdalam medan F dipelajari, maka F disebut medan skalar. Dalam aljabar matriks, skalar didefinisikan sebagai matriks berordo 1×1 dan memiliki sifat-sifat seperti bilangan belaka.

Dalam fisika, skalar adalah kuantitas yang bisa dijelaskan dengan suatu angka (entah itu tanpa dimensi, atau dalam suatu kuantitas fisika). Kuantitas skalar mempunyai besar (magnitudo), tetapi tidak mempunyai arah dan oleh karena itu berbeda dengan vektor. Secara lebih formal, suatu skalar adalah besaran yang tidak berubah dalam rotasi koordinat (atau transformasi Lorentz, untuk relativitas).

Contoh dari besaran skalar (non-relativistik) adalah:

Besaran dan Satuan

Posted: 6 Oktober 2012 in Besaran dan Satuan

Pengertian Besaran

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu

  1. dapat diukur atau dihitung
  2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
  3. mempunyai satuan

Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.

Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :

  1. Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
  2. Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.

Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2

  1. Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.
  2. Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.

Saat membahas bab Besaran dan Satuan maka kita tidak akan lepas dari satu kegiatan yaitu pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

Pengertian Satuan

Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.

Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam

  1. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
  2. Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan, perlajuan dan lain-lain.